SELAMAT DATANG DI BLOG PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

SELAMAT DATANG DI BLOG PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 OKU PROPINSI SUMATERA SELATAN

Rabu, 21 Maret 2012

PROFIL SEKOLAH SMP NEGERI 37 OKU


PROFIL SEKOLAH


Nama Sekolah
Alamat  : Jalan Desa/Kecamatan
                Kabupaten
                Nomor Telp/HP
1.      Nama Yayasan
      Alamat yayasan & No. Telp
2.      NSS / NPSN
3.      Jenjang Akreditasi
4.      Tahun Didirikan/ Tahun beroprasi
5.      Kepemilikan Tanah
6.      Luas Tanah/Status Tanah
7.      Status Bangunan
8.      a. Surat Ijin Bangunan
      b. Luas seluruh Bangunan
9. Data siswa 4 (empat) tahun terakhir
:
:
:
:

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
SMP NEGERI 37 OKU
Mangkubumi, makar jaya/Sosoh Buay Rayap
Ogan Komering Ulu (OKU)
08127313488

-
2011103030337
-
2007 / 2008
Milik Pemerintah
6005 m2
Negeri





Tahun Ajaran
Jumlah Pendaftar (calon siswa baru)
Kelas 7
Kelas8
Kelas 9
Jumlah (7+8+9)
Jml siswa
Jml. Romb. Belajar
Jml siswa
Jml. Romb. Belajar
Jml siswa
Jml. Romb. Belajar
Jml siswa
Jml. Romb. Belajar
2007/2008
90   org
80 org
2   Rbl
-    org
-   Rbl
-   org
-   Rbl
80   org
2   Rbl
2008/2009
80   org
68 org
2   Rbl
65 org
2   Rbl
-   org
-   Rbl
133 org
4   Rbl
2009/2010
102 0rg
82 org
2  Rbl
62 org
2   Rbl
65 org
2   Rbl
209 org
6   Rbl
2009/2010
129 Org
105
3   Rbl
79 org
2   Rbl
62 org
2   Rbl
246  org
7   Rbl














10. a) Data Ruang Kelas

Jumlah Ruang Kelas Asli (d)
Jumlah ruang lain yang digunakan untuk ruang kelas (e) yaitu ruang :
Jumlah ruang kelas seluruhnya
f = (d +e)
Ukuran
7 x 9 M2
(a)
Ukuran
> 63 M2
(b)
Ukuran
< 63 M2
(c)
Jumlah
d = (a+b+c)
(d)
Ruang Kelas
6 Ruang
-
-
-
Jumlah   :   1    ruang
Yaitu     :perpustakaan
7  Ruang

     b) Data Ruang Lainya
Jenis Ruang
Jumlah
Ukuran
Jenis Ruang
Jumlah
Ukuran
1. Perpustakaan
1 ruang

1. Lab IPA
-

2. Keterampilan
-

2. Lab Bahasa
-

3. Asarama Guru
-

3. Lab Komputer
-


11. Data Guru/Tenaga Administratif
Julah Guru/Staf
Bagi SMP Negeri
Bagi SMP swasta
Keterangan
Guru Tetap PNS
9 Orang
- orang

Guru tidak tetap/Guru Bantu
19 Orang
- orang

Guru PNS DPK
- orang
- orang

Staf Tata Usaha
3 orang
- orang


Mekar jaya,  13 Juli 2011
Kepala SMP Negeri 37 OKU



Dra. ANNI ASTUTI, MM.Pd
NIP. 196302081983022002

STRUKTUR ORGANISASI SMP NEGERI 37 OKU

Kepala Sekolah              : Dra. Anni Astuti, MM.Pd
Wakil Kepala Sekolah     : Jon Erwin, M.Pd
Waka Kesiswaan            : Hendry Faizal, S.Pd
Waka Sarana Prasarana  : Andri Saputra, S.Pd
Waka Humas                  : Candra Yulius, S.Pd
Bendahara                      : Era Prianti, S.Pd
Wali Kelas                      :
Kelas
7A
: Andri Saputra, S.Pd
Kelas
7B
: Fadila Atika, S.Pd.I
Kelas
7C
: Fitri Yulianti, S.Pd
Kelas
8A
: Slamet Rianto, S.Pd.I
Kelas
8B
: Fitria Rahmawati, S.Pd
Kelas
8C
: Era Prianti, S.Pd
Kelas
9A
: Candra Yulius, S.Pd
Kelas
9B
: Herawati, S.Ag

Selengkapnya bisa dilihat disini.................
http://www.ziddu.com/download/18933170/STRUKTURORGANISASI.pdf.html

Pembina-Pembina
Jon Erwin, M.Pd
: Pembina Penelitian Ilmiah
Hendri Faizal. S.Pd
: Pembina Paskib
Candra Yulius, S.Pd
: Pembina Pramuka
Andri Saputra, S.Pd
: Pembina Upacara Bendera
Era Prianti, S.Pd
: Pembina Perpus/Mading
Fitri Yulianti, S.Pd
: Pembina UKS
Slamet Rianto, S.Pd.I
: Pembina Olahraga
Fitria Rahmawati, .Pd
   : Pembina Rohis/Koprasi
Dewi Sartika
: Pembina 9K/Ekskul
Guru Mata Pelajaran :

1
Dra. Anni Astuti
2
Jon Erwin, S.Pd
3
Hendri Faizal, S.Pd
4
Fitri Yulianti, S.Pd
5
Andri Saputra, S.Pd
6
Candra Yulius, S.Pd
7
Era Prianti, S.Pd
8
Fitria Rahmawati, S.Pd
9
Herawati, S.Ag
10
Slamet Rianto, S.Pd.I
11
Marzona Elia, S.Pd
12
Sri Mastuti, S.E

Fadila Atika, S.Pd.I
15
Dewi Sartika, S.Pd
16
Apriani, S.Pd
17
Rois, S.Pd
18
Dra. St. Akbari
19
Masroh Hayati, S.Pd
20
Lailatul Badriyah, S.Pd
21
Sri Mulyani, S.Pd
22
Ambarwati, S.Pd
23
Sri Mulyantini, S.Pd

Selasa, 20 Maret 2012

TEORI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENURUT ALIRAN PSIKOLOGI BEHAVIORISTIK (TINGKAH LAKU)

 
A. Teori Hirarki Belajar dari Robert M.Gagne 
Robert M.Gagne

Menurut kamus ilmiah populer (2006:179) hirarki berarti berurutan-urutan, peringkat, tingkat. Hirarki belajar merupakan struktur belajar yang terdiri dari tingkatan-tingkatan belajar. Teori yang diperkenalkan Robert M.Gagne  pada tahun 1960-an pembela-jaran harus dikondisikan untuk memunculkan respons yang diharapkan,Menurut Gagne (dalam Ismail 1998), Gagne memberikan pemecahan dan pengurutan materi pembelajaran dengan selalu menanyakan pertanyaan ini: “Pengetahuan apa yang lebih dahulu harus dikuasai siswa agar ia berhasil mempelajari suatu pengetahuan tertentu?”. Setelah mendapat jawabannya, ia harus bertanya lagi seperti pertanyaan yang di atas tadi untuk mendapat-kan prasyarat yang harus dikuasai dan dipelajari siswa sebelum ia mempelajari pengetahuan tersebut. Begitu seterusnya sampai didapatkan urut-urutan pengetahuan dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Hirarki belajar dari Gagne memungkinkan juga prasyarat yang berbeda untuk kemampuan yang berbeda pula. Sebagai contoh, pemecahan masalah membutuhkan aturan, prinsip dan konsep konsep terdefinisi sebagai prasyaratnya, yang membutuhkan konsep konkret sebagai prasyarat berikutnya,

Menurut Gagne belajar dapat dikategorikan sebagai berikut :
1.    Verbal information (informasi verbal)
Belajar informasi verbal merupakan kemampuan yang dinyatakan , seperti membuat label, menyusun fakta-fakta, dan menjelaskan. Kemampuan / unjuk kerja dari hasil belajar, seperti membuat pernyataan, penyusunan frase, atau melaporkan informasi
2.    Intellectual Skill (skil Intelektual)
Kemampuan skil intelektual adalah kemampuan pembelajar yang dapat menunjukkan kompetensinya sebagai anggota masyarakat seperti; menganalisa berita-berita. Membuat keseimbangan keuangan, menggunakan bahasa untuk mengungkapkan konsep, menggunakan rumus-rumus matematika. Dengan kata lain ia tahu “ Knowing how”
3.  Attitude (perilaku)
Attitude (perilaku) merupakan kemampuan yang mempengaruhi pilihan pembelajar (peserta didik) untuk melakukan suatu tindakan. Belajar mealui model ini diperoleh melalui pemodelan atau orang yang ditokohkan, atau orang yang diidolakan.
4. Cognitive strategi (strategi kognitif)
Strategi kognitif adalah kemampuan yang mengontrol manajemen belajar si pembelajar mengingat dan berpikir. Cara yang terbaik untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah dengan melatih pembelajar memecahkan masalah, penelitian dan menerapkan teori-teori untuk memecahkan masalah ril dilapangan. Melalui pendidikan formal diharapkan pembelajar menjadi “self learner” dan “independent tinker”.
Menurut Gagne tingkah laku manusia sangat bervariasi dan berbeda dihasilkan dari belajar. Kita dapat mengklasifikasikan tingkah laku sedemikian rupa sehingga dapat diambil implikasinya yang bermanfaat dalam proses belajar. Gagne mengemukakan bahwa ketrampilan-ketrampilan yang dapat diamati sebagai hasil-hasil belajar disebut kemampuan-kemampuan atau disebut juga kapabilitas.

Hasil Belajar Gagne
Gagne mengemukakan 5 macam hasil belajar atau kapabilitas tiga bersifat kognitif, satu bersifat afektif dan satu bersifat psikomotor.Hasil belajar menjadi lima kategori kapabilitas sebagai berikut :
1. Informasi verbal
Kapabilitas informasi verbal merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara lisan pengetahuannya tentang fakta-fakta.
2. Ketrampilan Intelektual
Kapabilitas ketrampilan intelektual merupakan kemampuan untuk dapat membedakan, menguasai konsep aturan, dan memecahkan masalah.
3. Strategi Kognitif
Kapabilitas Strategi Kognitif adalah Kemampuan untuk mengkoordinasikan serta mengembangkan proses berfikir dengan cara merekam, membuat analisis dan sintesis.
4. Sikap
Kapabilitas Sikap adalah kecenderungan untuk merespon secara tepat terhadap stimulus atas dasar penilaian terhadap stimulus tersebut.
5. Ketrampilan motorik
Untuk dapat mengetahui seseorang memiliki kapabilitas ketrampilan motorik dapat dilihat dari segi kecepatan, ketepatan, dan kelancaran gerakan otot-otot serta anggota badan yang diperlihatkan orang tersebut.


David P. Ausubel
 
 
Menurut Ausubel dalam (Dahar, 1988: 134) belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi.
-       Dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi atau materi disajikan pada siswa, melalui penemuan atau penerimaan. Belajar penerimaan menyajikan materi dalam bentuk final, dan belajar penemuan mengharuskan siswa untuk menemukan sendiri sebagian atau seluruh materi yang diajarkan.
-        Dimensi kedua berkaitan dengan bagaimana cara siswa dapat mengaitkan informasi atau materi pelajaran pada struktur kognitif yang telah dimilikinya, ini berarti belajar bermakna. Akan tetapi jika siswa hanya mencoba-coba menghapal informasi baru tanpa menghubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya, maka dalam hal ini terjadi belajar hafalan.

Menurut Ausubel, seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena baru ke dalam sekema yang telah ia punya. Dalam proses itu seseorang dapat memperkembangkan sekema yang ada atau dapat mengubahnya. Dalam proses belajar ini siswa mengonstruksi apa yang ia pelajari sendiri.

Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna. Sama seperti Bruner dan Gagne, Ausubel beranggapan bahwa aktivitas belajar siswa, terutama mereka yang berada di tingkat pendidikan dasar- akan bermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung. Namun untuk siswa pada tingkat pendidikan lebih tinggi, maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu. Untuk mereka, menurut Ausubel, lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan, peta konsep, demonstrasi, diagram, dan ilustrasi.
 Inti dari teori belajar bermakna Ausubel adalah proses belajar akan mendatangkan hasil atau bermakna kalau guru dalam menyajikan materi pelajaran yang baru dapat menghubungkannya dengan konsep yang relevan yang sudah ada dalam struktur kognisi siswa.
 Empat type belajar menurut Ausubel , yaitu:
  1. Belajar dengan penemuan yang bermakna yaitu mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan materi  pelajaran yang dipelajari itu. Atau sebaliknya, siswa terlebih dahulu menmukan pengetahuannya dari apa yang ia pelajari kemudian pengetahuan baru tersebut ia kaitkan dengan pengetahuan yang sudah ada.
  2. Belajar dengan penemuan yang tidak bermakna yaitu pelajaran yang dipelajari ditemukan sendiri oleh siswa tanpa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya, kemudian dia hafalkan.
  3. Belajar menerima (ekspositori) yang bermakna yaitu materi pelajaran yang telah tersusun secara logis disampaikan kepada siswa sampai bentuk akhir, kemudian pengetahuan yang baru ia peroleh itu dikaitkan dengan pengetahuan lain yang telah dimiliki.
  4. Belajar menerima (ekspositori) yang tidak bermakna yaitu materi pelajaran yang telah tersusun secara logis disampaikan kepada siswa sampai bentuk akhir , kemudian pengetahuan yang baru ia peroleh itu dihafalkan tanpa mengaitkannya dengan pengetahuan lain yang telah ia miliki.
Prasyarat agar belajar menerima menjadi bermakna menurut Ausubel, yaitu:
  1. Belajar  menerima yang bermakna hanya akan terjadi apabila siswa memilki strategi belajar bermakna.
  2. Tugas-tugas belajar yang diberikan kepada siswa harus disesuaikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
  3. Tugas-tugas belajar yang diberikan harus sesuai dengan tahap perkembangan intelektual siswa

KTSP SMP NEGERI 37 OKU


SMP Negeri 37 OKU  sebagai satuan pendidikan dasar dilingkungan Kementrian Pendidikan Nasional perlu menyusun KTSP  SMP Negeri 37 OKU  yang mengacu pada standar nasional pendidikan. Penyusunan KTSP .SMP Negeri 37 OKU  dimaksudkan untuk menjamin pencapaian  tujuan pendidikan nasional.  Standar nasional pendidikan terdiri atas : standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.  Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Melalui KTSP  SMP Negeri 37 OKU  ini diharapkan pelaksanaan program-program pendidikan di  SMP Negeri 37 OKU  sesuai dengan karakteristik potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, penyusunannya perlu melibatkan seluruh warga  sekolah  (Kepala, Guru, Karyawan, Murid) dan pemangku kepentingan lain (Komite Sekolah, Orang Tua Siswa,  Masyarakat, dan Lembaga-lembaga lain).
http://www.ziddu.com/download/18928163/KTSPSMPNEGERI37OKU.pdf.html

PERMASALAHAN PEMBELAJARAN GEOMETRI RUANG DI SMP

Paket ini disusun dengan harapan dapat memberikan tambahan dan pendalaman materi geometri ruang yang dibutuhkan bagi guru matematika SMP. Penurunan rumus-rumus bangun ruang selain dapat dilakukan secara induktif dapat pula dilakukan secara deduktif terutama dalam hal penurunan rumus-rumus bangun ruang. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas hendaknya guru dapat menerapkan secara proporsional sesuai dengan kondisi dan standar kompetensi yang akan dicapai siswa. Siswa hendaknya juga memahami proses penurunan rumus agar mereka tidak sekedar hafal rumus.
Materi dalam paket ini meliputi materi yang terdapat dalam standar isi ditambah dengan beberapa materi pengayaan. Materi-materi tersebut meliputi bangun-bangun ruang dengan sisi datar seperti kubus, balok, prisma, dan limas, serta bangun-bangun ruang dengan sisi lengkung seperti kerucut, tabung, dan bola. Pada kedua jenis bangun ruang tersebut dibahas tentang konsep, istilah-istilah, luas permukaan, dan volum. Sedangkan materi pengayaan meliputi luas permukaan dan volum bangun ruang terpancung.
selengkapnya bisa dilihat disini...........
http://www.ziddu.com/download/18928068/18-Permasalahan-pembelajaram-geometri-ruang-smp.pdf.html

Senin, 19 Maret 2012

PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

 Masalah dalam matematika adalah suatu persoalan yang siswa sendiri mampu
menyelesaikannya tanpa menggunakan cara atau algoritma yang rutin. Maksudnya adalah
siswa belum memiliki prosedur atau algoritma tertentu untuk menyelesaikannya, tetapi ia
harus mampu menyelesaikannya berdasarkan baik kesiapan mentalnya maupun
pengetahuan siapnya terlepas dari apakah ia sampai atau tidak kepada jawabannya. Oleh
karena itu, menemukan jawaban bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi bagaimana siswa
beraktivitas dan berinteraksi dalam mencari jawaban merupakan bagian yang lebih
penting. Selengkapnya bisa dibaca disini................
http://www.ziddu.com/download/18913298/PemecahanMasalahMatematikaSMP.pdf.html